SEBAB-SEBAB JIN DAN SYAITHAN MENGGANGGU MANUSIA
4 September 2013 pukul 0:00
Sebab-sebabJin Dan Syaithan Mengganggu Manusia
FaedahDari Kitab Ulama, PetuahSyaikh Muhammad.
بسم الله الرحمنالرحيم
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله berkata dalam kitab“Al-Inqadz”
Sebab-sebabYang Dengannya Syaithan Dari Bangsa Jin Mempengaruhi Kaum Muslimin
Sebab-sebab yang melaluinya jin dan syaithan mengganggukaum muslimin sangatlah banyak, dan cukup bagi kita menyebutkan sebagiannyasaja, diantaranya:
Sebab Pertama: Jin bisa melihat kita dan secaraumum kita tidak bisa melihat mereka.
Allah تعالى berfirman tentang Iblis dan anak turunnya,
إِنَّهُيَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia dan para pengikutnya melihat kalian dimana kalian tidak melihat mereka.” (Al-A’raf: 27)
Yang dipandang oleh para pakar tafsir adalah bahwa kataganti pada firman-Nya “Sesungguhnya dia” itu kembali kepada Iblis, dankata “para pengikutnya” maksudnya adalah keturunan dan anak-anaknya.
Syaikhul Islam رحمه الله pernah ditanya sebagaimana daam “Majmu’ Al-Fatawa”(15/7) tentang firman Allah تعالى,
إِنَّهُيَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ
“Sesungguhnya ia dan para pengikutnya melihat kalian dimana kalian tidak melihat mereka.” (Al-A’raf: 27)
Apakah hal itu umum, tidak ada seorangpun yang melihatmereka, ataukah ada sebagian yang melihat mereka dan sebagian tidak?
Maka Syaikhul Islam رحمه الله menjawab dengan berkata:
“Yang ada dalam Al-Qur’an adalah bahwa mereka (jin) melihat manusia dimanamanusia tidak melihat mereka, dan ini benar, mengharuskan bahwa mereka melihatmanusia pada saat manusia tidak melihat mereka.
Dan bukan maksudnya bahwa tiadaseorangpun dari manusia yang melihat mereka, bahkan terkadang orang-orangshalih dan yang tidak shalih bisa melihat mereka, hanya saja mereka tidakmelihat mereka pada setiap saat.”.
Maka dengan sebab bisanya mereka melihat kita dan kitatidak melihat mereka, mereka lancang untuk mengganggu kita dan mudah bagimereka.
Dan orang yang terjaga dari gaangguan mereka adalaah orang yang dijagaoleh Allah.
Sebab Kedua: Banyak syubhat (kerancuan) dan syahwat(hawa nafsu).
Jika makin banyak syubhat dan syahwat pada diri kaummuslimin maka makan banyak pula mereka mengkuti waswas syaithan, dan menerimatipu daya syaithan pada mereka.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
“Sesungguhnya banyaknya waswas itu sesuai dengan banyaknya syubhat dan syahwat,dan penggantungan kalbu kepada yang dicintai yang kalbu bermaksud untukmengejarnya, serta kepada yang dibenci yang kalbu bermaksud untuk menolaknya”.
Maka wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk berbekal dengan pemahamanterhadap agama ini, sehingga akalnya mendapatkan cahaya, jiwanya tersucikan,dadanya telapangkan kepada kebenaran, dan kalbunya tertenangkan.
Kalau tidakmaka apakah engkau menyangka akan selamat dari banyaknya syubhat dan syahwatyang merupakan tempat gembalaan yang subur bagi syaithan.
Sebab Ketiga: Lalainya kalbu dari berdzikir kepadaAllah تعالى.
Allah تعالى berfirman,
وَمَنيَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ **وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُممُّهْتَدُونَ
“Dan barangsiapa berpaling dari ajaran Rabb Yang MahaPemurah, Kami adakan syaithan (yang menyesatkan), maka syaithan itu menjaditeman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaithan-syaithan itubenar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwamereka mendapat petunjuk.”
(Az-Zukhruf: 36-37)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata sebagaimanadalam “Majmu’ Al-Fatawa” (4/34):
“Dan syaithan itu memberikan bisikan danmenghindar.
Jika seorang hamba mengingat Rabbnya maka syaithan itu mundur, danjika ia lalai dari mengingat-Nya maka syaithan menggodanya.
Oleh karenanyameninggalkan mengingat Allah تعالى menjadi sebab dan permulaan akan munculnyakeyakinan yang bathil dan keinginnan yang rusak dalam kalbu.
Dan termasukmengingat Allah U adalah membaca Al-Qur’an dan memahaminya.”
Dan beliau juga berkata dalam sumber yang sama (10/399):
“Sesungguhnya yang mencegah syaithan untuk masuk ke dalam kalbu anak Adam عليهالسلام adalah karena padanya ada dzikir kepada Allah تعالى yang Allah تعالىmengutus para rasul-Nya dengan dzikir tersebut.
Jika kalbu itu kosong daridzikir kepada Allah maka syaithan akan menguasainya.”
Sebab Keempat: Gangguan manusia terhadap jin danmenyakiti mereka, entah secara sengaja atau tanpa sengaja.
Termasuk yang menyebabkan kelancangan jin mengganggu kaummuslimin adalah adanya gangguan kaum muslimin terhadap mereka.
Syaikhul IslamIbnu Taimiyah رحمه الله berkata dalam “At-Tafsir Al-Kabir” (4/265) dimanabeliau berbicara tentang sebab masuknya jin ke dalam diri manusia:
“Danterkadang manusia itu menyakiti mereka jika dia kencing dan mengenai mereka,atau menyiramkan air panas pada mereka atau manusia membunuh sebagian jin atauselain itu semua yang merupakan bentuk-bentuk gangguan.
Ini merupakan jeniskerasukan yang paling keras dan betapa banyak orang yang kerasukan ini merekabunuh.”
Dan betapa banyak kaum jin itu yeng memulai menzhalimi kaummuslimin dalam hal ini.
Karena mereka menyamar dalm bentuk yang bisa dilihatoleh manusia seperti menjadi ular,
ular besar,
anjing,
kucing dan sebagainyasehingga seorang muslim takut darinya,
dan menyangkanya ia adalah makhluk yangia kenal lalu ia bersegera untuk memukulnya atau membunuhnya sesuai dengan apayang ia lihat,
bukan karena ia ingin menyakiti jin.
Dan syari’at islam telahmengijinkan untuk membunuh makhluk yang mengganggu dari sekian makhluk yangdisebutkan dan makhluk yang memiliki hukum yang sama dengannya tanpa harusmemberi peringatan terlebih dahulu,
kecuali ular yang berada dalam rumah makaharus dingatkan dahulu tiga kali atau tiga hari.
Dan juga sebagian jin itu tinggal di tempat sampah danbelakang rumah dan manusia tidak melihatnya, lalu mereka melemparkan segalasesuatu yang lalu mengenai jin sehingga jin melakukan balas dendam.
Intinya:
Tidak boleh bagi seorang muslim untuk sengajamengganggu dan menyakiti jin.
Dan hendaknya ia meminta tolong kepada Allahuntuk mengatasi mereka jika mereka mengganggunya.
Sebab Kelima: Terjadi dari jalan jatuh cintanya jinlaki-laki atau wanita terhadap manusia.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata dalam“An-Nubuwat” (399):
“Jin itu terkadang jatuh cinta pada manusia sebagaimanamanusia jatuh cinta pada manusia, dan sebagaimana seorang pria mencintaiwanita, dan wanita mencintai pria.
Maka ia merasa cemburu padanya dan iamendukung cemburunya itu dengan segala sesuatu.
Dan jika yang dia cintaibersama yang lain maka terkadang dia menghukumnya dengan membunuhnya danselainnya.
Dan semua ini nyata terjadi.”
Dan beliau juga berkata dalam “At-Tafsir Al-Kabir” (4/265):
“Demikian juga wanita kaum jin.
Di antara mereka ada yang menginginkan darimanusia yang ia bantu sesuatu yang diinginkan wanita kaum manusia dari paralelaki.
Dan ini banyak terjadi pada lelaki dan wanitanya kaum jin.
Banyaklelaki kaum inI mendapatkan dari wanita kaum manusia perkara yang didapatkan manusia,dan terkadang perkara itu dilakukan pada kaum lelakinya.”
Maka wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk selaluberusaha menekuni dzikir syar’i, terkhusu yang terkait dengan dzikir masukkamar mandi dan dzikir ketika berhubungan badan.
Karena bertelanjang tanpadiawali dengan dzikir kepada Allah merupakan sebab jatuh cintanya jin kepadamanusia.
Sebab Keenam: Terjadi sebagai bentuk mempermainkanmanusia.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata dalam“At-Tafsir Al-Kabir” (4/265) dimana beliau berbicara tentang kelakuan jinmempermainkan manusia:
“Dan terkadang pengaruh gangguan jin itu terjadi sebagaibentuk memperamainkan manusia sebagaimana orang-orang bodohnya manusiamempermainkan (orang asing) yang sedang menempuh perjalanan.”
Semoga Allahmencukupi parA hamba-Nya dari kejelekan orang-orang bodoh tersebut denganmengembalikan mereka pada jalan-Nya, berdoanya mereka kepada-Nya dan ibadahmereka kepada-Nya.
Sebab Ketujuh: Sebagian jin mengganggu manusiauntuk memberi pelajaran pada mereka akibat mereka melakukan maksiat dankebid’ahan.
Terjadi bahwa sebagian jin yang menyamar jadi manusia yangmuslim mengabarkan bahwa sebabnya dia merasuki seorang muslim adalah karenamuslim ini pelaku maksiat dan kebid’ahan.
Dan makna dari hal ini adalah bahwakaum jin itu terdorong rasa cemburu mereka terhadap islam maka mereka melakukangangguan terhadap pelaku maksiat dan bid’ah dari kaum muslimin.
Dan sebenarnya hal ini tidaklah dibenarkan dari dua sisi:
Dari sisi bahwa masuknya jin ke tubuh seorang muslim itu haram.
Dari sisi bahwa para jin itu memperlakukan para pelaku maksiat dan kebid’ahan bukan dengan perlakuan
Maka tidak boleh bagi mereka memukul pelaku maksiat dankebid’ahan tidak pula mengganggu mereka dengan jenis apapun, bahkan tidaklahjin berhak untuk menasehati kaum muslimin, karena nasehat mereka kepada kaummuslimin bisa membuat mereka ketakutan.
Secara garis besar:
kebanyakannya terjadinya perlakuan initerhadap kaum muslimin adalah berasal dari kaum jin yang bodoh meskipun merekaitu muslim.
Sebab Kedelapan: Terjadi sebagai bentuk ujian dancobaan.
Allah memiliki hikmah dalam perkara yang Dia takdirkan dantentukan atas seorang hamba yang shalih berupa pengaruh jin padanya,
sebagaimana pengaruh syaithan kepada nabi Allah Ayyub عليه السلام.
Diterjemahkan oleh
‘Umar Al-Indunisy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar